Jumat, 01 Juli 2011

*♥* Ketulusan Hati adalah Inti dari Permata Nurani *♥*


(¨`v´¨)
`• .¸.•´
.¸.• ¸.•´¨)*♥* Ketulusan Hati adalah Inti dari Permata Nurani *♥*
(¸.• ´....(¸.•*°♥°♫•*♥*• Mencari Ridho ILAHI •♫♥♥♥♥♥♫•*¨*•

...←←♥ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥←←


Mencoba untuk selalu BERISTIGHFAR dalam meraih AMPUNAN-NYA
Agar tak terjerumus dalam keping kenikmatan dunia yang menyesatkan...

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ hamba ﷲ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

Dalam Bingkai hidup ini ku mencoba tuk mengarungi getir pahitnya kahidupan
yang selalu di hiasi dengan ketamakan ,hasud ,iri ,sombong dan dengki
terbesit dari diri-diri yang selalu menurutkan hawa nafsunya
Ini tak akan di mengerti oleh Hati dan jiwa-jiwa yang Ingkar akan kemurnian hidup.

Kita yang pernah jatuh terperosok jauh dalam Dunia yang fana
Sedikit demi sedikit Hati terselimuti Pahit akan Syahwat yang sesat
Sekejap dapat membutakan Mata Hati kian menjadi sempit
Belajar Berdiri dan mencoba tuk berjalan dalam mencari arti hidup

Tak akan pernah lekang oleh waktu bila selalu dalam keadaan seperti ini
apa yang akan di lakukan lagi jika ajal ini datang menjemput diri
tak ada lagi penyesalan bila tak ada niat untuk merubah hidup jadi lebih baik.
Sungguh hanya orang-orang yang bersih jiwa'a yang mampu melalui semua ini

keberanian apa kita berkata CINTA untuk-Nya ???
jika kita tak mampu untuk merealisasikan apa yang kita ucapkan
Karena Cinta yang sebenar'a tak akan pernah luntur oleh waktu
karena keCINTAan termaktub dalam Qalbu yang di hiasi dengan keTAATan
ingin menjadikan dunia ini sebagai SYURGA sebelum SYURGA yang sesungguh'a.

Aku akan selalu berusaha bersandar pada satu ketetapan ALLOH
bahwa sesungguhnya ALLOH tak akan mengubah nasib suatu kaum jika
mereka tak berusaha merubah'a sendiri . . .
hidup kian menjadi pekat jika aku selalu berada dalam kekosongan IMAN
sedangkan diri ini masih haus akan kesenian IBADAH yang MURNI ...

Ketulusan Hati adalah Inti dari Permata Nurani
Bukan dari kwalitas kita hanya mampu berkata Cinta semata
Selalu Berpikir kembali dengan Hati dan selalu belajar
Jawaban itu akan senantiasa hadir dan bersemi dalam Jiwa yang Ikhlas

Ingin menjadikan dua perbedaan dalam satu ikatan
Bersama melihat kekurangan sebagai kesempatan
Kelebihan sebagai kekuatan untuk selalu tetap dalam ketetapan-Nya .
Dan saling melengkapi dalam maknai hidup seperti Matahari dan Bulan
Menjaga kesetiaan dalam Ruang kasih Sayang dalam Untaian Rahmat-Nya .

Ketika Jiwa tetap berdiri dalam sebuah Harapan
Semilir Impian Hidup akan menjadi sebuah kalimat Mungkin
Bersyukurlah kepada-Nya seluas antara langit dan Bumi
Karena Kasih Sayang-Nya tak akan pernah sediitpun terlalaikan untuk kita
Hadapilah Hidup ini dengan sebuah arti IMAN dan KeSABARan .
Bekali setiap perjalanan Bersama ALLOH dan Rasul-Nya
Agar Hati kita selalu terbalut Cahaya dari Naungan Cinta-Nya yang AGUNG...

•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥♥♥♥•*¨*•.¸¸¸¸.•♥•.¸¸¸¸.
•*¨*•♥♥♥♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•

" DOA Memohon di TEGUHKAN HATI di atas HIDAYAH-NYA "

" Yaa Muqallibal Quluub , Tsabbit Qalbi 'ala Diinik "

Wahai Dzat yang membolak-balikan Hati,Teguhkanlah Hati kami di Atas Agama-Mu.
( HR.Ahmad dan Tirmidzi )

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ Thufail Na'im Ar'Syahid  ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

(¯`v´¯).♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
..♥♥..♥`•.¸.•´.(¯`v´¯)(¯`v´¯).`•.¸.•´♥..♥♥..
♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥♥♥♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥

*..::: Ungkapan Hati Sang BIDADARI ::::..*


(¨`v´¨)
`• .¸.•´
.¸.• ¸.•´¨)*..::: Ungkapan Hati Sang BIDADARI ::::..*
(¸.• ´....(¸.•´*`°♥°♫•*♥*•.¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♫•*¨*•

Teruntuk engkau yang mencintaiku.. 
Ketika kau masih tak mampu menghalalkanku.. Ijinkan aku berbicara tentang cinta padamu..

Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Sesungguhnya... Kata kata cintamu tak menjadi mata air yg jernih di
padang pasir di tengah sahara hatiku.. Tetapi justru...
Menjadi percikan api yg setiap saat mampu membakar diriku..

Membakar rindu yg seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar cemburu yg seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar semangat yg seharusnya hanya karena Rabb-ku..

Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Ungkapan perasaanmu tak membuat bunga-bunga di taman hatiku merekah.. Tetapi justru membuat bunga itu layu sebelum mekar.. Duri-duri bunga itu seketika tumpul.. Lemah dan tak mampu lagi melindungi sari bungaku..

Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Sungguh kata- kata cintamu setajam pedang yg siap menebas apapun..
Tidak-kah kau ingin mengalihkan pedangmu itu untuk menebas apapun..
Tidak-kah kau ingin mengalihkan pedangmu itu menebas nafsu ...
Dan gejolak hati yg kini meresahkan jiwamu.?

Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Aku bukan malaikat yg tak punya hawa nafsu..
Aku hanya manusia biasa yg juga menginginkan cinta ..
Kehadiranmu memang mampu memberi sebuah warna ..
Tapi sungguh itulah yg membuatku tersiksa..
Bukan aku tak mampu menghargai yg kau rasa.. Tapi sungguh
bukankah aku akan gagal mempertahankan hatiku yg selalu ingin terjaga..


Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Tidak-kah kau ingin cinta itu sesuci cintanya ali dan fatimah ..
Dalam diam ia mencinta.. Dalam rindu ia ber do'a..
Jika karna cinta kau mampu menjadi seorang pujangga..
Tidak-kah kau ingin mempersembahkannya kpd cintamu yg sesungguhnya..
Allahu Rabbi.... Tak tahu-kah kau bahwa cemburunya teramat luar biasa.?

Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Bukankah cinta sejati bukanlah yg menyakiti.?
Tapi taukah engkau..
Perasaan cinta yg kau bilang tak bisa terdiam terlalu lama
Tapi bisa kau halal-kan dengan segera..
Sesungguhnya menyakiti jiwaku..
Melalaikanku menjadi seorang hamba..
Dan mendekatkanku pada angan-angan semu yg seharusnya tak boleh ada ..

Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Renungkanlah...Tak ada kebahagiaan yg sesungguhnya kurasa saat ini..
Yg ada hanya kesibukan untuk selalu membenahi diri Tak ada kata terlambat untuk segera memperbaiki..Simpanlah cintamu hingga Allah memutuskannya nanti. . . . .

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ hamba ﷲ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

(¯`v´¯).♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
..♥♥..♥`•.¸.•´.(¯`v´¯)(¯`v´¯).`•.¸.•´♥..♥♥..
*´¨`*•.¸¸.•.•*¨*•♫♪❤♪♫•*¨*•.•.¸¸.•*´¨`*

* Seindah Cinta Wanita Perindu Syurga *


(¨`v´¨)
`• .¸.•´
.¸.• ¸.•´¨)* Seindah Cinta Wanita Perindu Syurga*
(¸.• ´....(¸.•´*`°♥°♫•*♥*•.¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♫•*¨

←←♥ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥←←


Wahai suamiku . . .
“Walaupun kelak aku hanya menjadi satu-satunya istri dalam hidupmu,
namun jika aku tidak menerima hukum Allah Ta’ala bahwa engkau memiliki hak untuk menikahi wanita selain aku,maka aku telah mengingkari Al-Qur’an dan durhaka kepada Allah Ta’ala,

wahai suamiku . . .
seorang laki-laki diciptakan memiliki kelebihan dibanding wanita,
maka aku merelakan apa yang telah Allah Ta’ala tetapkan
untuk kami kaum wanita, semoga Allah Ta’ala redha kepadaku.”

“Maka keputusannya ada di tanganmu,
bukannya aku tidak mencintaimu,
sungguh engkau adalah lelaki terbaik yang pernah aku temui,
engkau selalu memenuhi kebutuhanku semampumu,
jika engkau marah, hal itu semata karena kesalahanku,
tidaklah engkau pernah berbuat zalim kepada kami isteri dan anakmu,
jika engkau telah berbuat adil kepada kami,maka kenapa aku harus menahan apa yang menjadi hak yang telah diberikan Allah Ta’ala kepadamu?
Jika aku menahannya maka aku telah menolak keputusan Allah dan tidak adil kepadamu !”

“Wahai suamiku . . .
wanita mana yang tidak memiliki kecemburuan dalam hatinya,
wanita mana yang tidak cemburu kepada lelaki sebaik engkau,
wanita mana yang sanggup melihat suami dan org yg dicintainya bermadu kasih bersama wanita lain dihadapannya..
namun aku redha kepada apa yang Allah Ta’ala redha kepadanya,
aku akan mengatur kecemburuanku agar berbuah menjadi kebaikan di hadapan Allah Ta’ala dan kemudian menjadi kebaikan di matamu, wahai suamiku,
aku tidak memaksamu untuk menikah lagi,
namun ketahuilah bahwa aku telah redha jika engkau ingin menikah lagi.”

,”Wahai suamiku . . .
sungguh aku sangat merindukan jannah Allah Ta’ala,
dan aku ingin meraihnya bersamamu,
aku pun ingin selalu bisa mendampingimu selama yang aku mampu, hingga ke jannah kelak insya Allah,
aku selalu ingin berada dalam lembutnya labuhan kasih sayangmu.

Wahai suamiku . . .
engkau adalah pemimpinku,
maka bimbinglah diri ini untuk selalu berada di atas jalan yang benar yang
diredhai Allah Ta’ala dan sesuai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Terpelesetnya dirimu adalah bencana bagiku,
maka aku selalu berdo’a kepada Allah Ta’ala
agar memberikan kita jalan yang lurus " Jalan yang di Ridhoi " . . .

Ya ALLOH "
Terangkanlah Jalan-ku dengan Cayaha Hidup-Mu ...
Pimpinlah Hamba dengan Hidayah dari-Mu . . .
Ampunilah Dosa-dosa kami yang telah lalu . . .
Sungguh hamba mendambakan Keridhoan-Mu . . .

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ hamba ﷲ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

(¯`v´¯).♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'` ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
..♥♥..♥`•.¸.•´(¯`v´¯)(¯`v´¯)`•.¸.•´♥..♥♥..
♪ ♫•*¨*•.❤.•*¨*•♫♪♪♫•*¨*•.❤.•*¨*•♫ ♪

♥ SEINDAH MAWAR BERDURI ♥


(¯`v´¯) ♥
``·.¸.·``(´'`v´'`)♥ SEINDAH MAWAR BERDURI ♥
...♥.♥``•.¸.•´

.¸.•´¸.•*♥ .:|:. ♥ .:|:. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥
♫•*¨*•.¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸.•*¨*•♫

MAWAR BERDURI...
Indah sungguh kelopak bungamu,
Secantik bahasa dan gerak gerimu,
Sopan ditiup sang bayu,Batang dan dahanmu tetap tunduk malu.

♥♥ღ☆ღ*¨*¤*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥:♥♥♥♥♥:♥::.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ¸.¤*¨*ღ☆ღ♥♥

MAWAR BERDURI...
Kelopakmu tetap dipelihara, Daripada Kumbang yang membinasa,
Duri didahanmu tetap tersedia, Mempertahankan kecantikkan dan kesucian jiwa.

♥♥ღ☆ღ*¨*¤*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥:♥♥♥♥♥:♥::.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ¸.¤*¨*ღ☆ღ♥♥

MAWAR BERDURI...
Kau tetap sentiasa berdiri, Menahan cabaran yang diberi,
Tetap tidak pernah hilang harga diri, Dirimu indah sukar untuk didekati,
Walaupun dipujuk, dirayu oleh nafsu sendiri, Melainkan syariat memberi MAWAR, Si kumbang perkasa tidak akan tertawan, Dengan mawar yang kehilangan perawan dan keagungan, kerna dirimu telah rusak dibinasakan.

♥♥ღ☆ღ*¨*¤*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥:♥♥♥♥♥:♥::.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ¸.¤*¨*ღ☆ღ♥♥

MAWAR ...Hilang hargamu wahai sekuntum mawar murahan,
Menayangkan kecantikkan yang tiada kesempurnaan, Hanya terus
bertuhankan nafsu dan keseronokan, Dirimu ditinggalkan patah kelayuan.

MAWAR YANG BERDURI,
Sukar disentuh oleh tangan yang tidak berhati-hati,
Duri yang tumbuh memagari jiwa yang suci,
Kecantikan yang dipandang mata dibenteng kuat oleh duri tumbuh sekitarnya…
Dia memang menjadi gilaan sang kumbang, Tetapi bukan semua kumbang yang mampu memetik ia dari dahan hinggapannya, Hanya yang telah di tentukan
Sang Pencipta saja yang akan berjaya memilikinya ..
Bahagianya menjadi dia "MAWAR BERDURI" …

♥♥ღ☆ღ*¨*¤*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥:♥♥♥♥♥:♥::.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ¸.¤*¨*ღ☆ღ♥♥

Sekuntum MAWAR BERDURI …
Kasih dan cintanya hanya karena Rabb yang menciptakan dirinya….

(¯`v´¯)♥ Subhanallahi Wa Bihamdhi ♥(¯`v´¯)
*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸•*´¨`*•.¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.

♥ •*¨*••*¨*•♫♥♥•* Thufail Na'im Ar'Syahid *•♥♥♫ •*¨*••*¨*•♥

♥♥ "Jika Aku Menikah, Ijinkan-lah Aku Menikahinya Karena ALLOH" ♥♥


♥♥ "Jika Aku Menikah, Ijinkan-lah Aku Menikahinya Karena ALLOH" ♥♥

(¯`v´¯) ♥
``·.¸.·``(´'`v´'`)
...♥..♥`•.¸.•´
.¸.•´¸.•*♥ .:|:. ♥ .:|:. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥
♫•*¨*•.¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸.•*¨*•♫

Ketika hati ini telah jatuh dalam lembah bernama cinta...
Ketika virus-virusnya telah meracuni dan menyebar kesuluruh jiwa..
Maka “antibodi” bernama akal sehat telah terkalahkan begitu saja...
Segala cara dan upaya dilakukan untuk menunjukkan kepada sang pujaan hati..
Bahwa “ ...INILAH CINTA ..”

Cinta yang di anugrahkan oleh Rabb kita..
cinta yang indah..
cinta yang tulus..
cinta yang tidak akan lengkang oleh waktu...
ya karena cinta memang yang begitu ‘sempurna’.....”
Dear Ayah dan Bunda....
Tanpa terasa.. sudah sekian lama aku hidup bersama kalian...
Hidup dalam naungan cinta dan kasih sayang yang tiada henti bersama kalian..
Bersama saudara-saudarku.. kakak dan adik....
Adalah sebuah karunia yang terindah dalam hidupku...

Dari kalian aku tahu...
Apa itu baik.. dan apa itu buruk...
Dari kalian pula.. aku belajar berjalan
dan bertahan dalam kerasnya roda kehidupan...

Cinta dan kasih sayang yang kalian tanamkan..
Telah mampu menunjukan pada diriku..
Bahwa hidup dengan cinta itu sangatlah indah...
Sangat berwarna....

Ayah dan Bunda....
Saat detik jam berdetak untuk kesekian kalinya...
Aku tersadar...Bahwa aku kini bukan “lelaki kecil” kalian lagi...
Kata orang aku sudah beranjak dewasa...Benarkah????

Entah mengapa...
Aku mulai merasakan ada yang berubah pada diriku...
Fisikku.. kepribadianku... sifatku...bahkan perasaanku

Ketika ada seseorang datang dan memberikan perhatian padaku...
Aku merasa berbeda...
Ada debar-debar aneh dalam hatiku....

Ketika dia menyapaku... aku sangat senang dan tersipu..
Namun ketika dia menghilang... aku merasakan gundah yang luar biasa...
Terkadang... hati ini merajuk ..
Ingin rasanya mendapat perhatian lebih darinya..
Bukan berarti perhatian dari kalian tidak memuaskanku...
Tapi entahlah... sepertinya perhatian yang dia berikan padaku terasa “berbeda” dari yang kalian berikan.... Terasa lebih indah...
Aku sering marah bila sikapnya terlalu cuek padaku...
Sering menangis manakala dia mengacuhkan dan menyakiti perasaanku...

Bunda...
Aku tidak tau.. apa yang terjadi pada diriku saat ini ???
Apa ada yang salah dengan diriku??

Benarkah aku telah jatuh hati padanya???
Benarkah virus merah jambu itu telah membuat hatiku “sakit” seperti ini...??
Apa dulu bunda merasakan apa yang aku rasakan sekarang?

Aku tidak tahu...
Bagimana aku harus mengatur perasaanku...
Semua cinta dan sayang yang ada dalam hatiku ini muncul tanpa aku memintanya..

Aku tau...
Mungkin aku belumlah pantas memupuk rasa ini..
Tapi aku ini hanya lelaki biasa yang terkadang tidak mampu menolaknya...
Aku seperti dirimu bunda...
Yang tersenyum manakala senang..
Yang menangis manakala sedih..
Dan marah manakala kecewa....

Aku ingin belajar hidup sepertimu...
Belajar mencintai pasangan seumur hidupku...
Belajar mencintai dan menyayangi anak-anakku kelak...

Ayah dan Bundaku tercinta....
Bolehkah aku mengajukan sebuah permintaan padamu??

Ijinkan aku menikah....
Ijinkan aku memupuk perasaan dalam hatiku ini..
Ijinkan aku untuk mencintainya dan menyayanginya dengan cara yang syar’i...
Ijinkan aku hidup bersama orang yang ku cintai..

Rasanya aku tidak sanggup
untuk membuang jauh-jauh perasaan yang ada dalam hatiku ini...
Aku begitu mencintainya..
Bagitu mengharapkanya...
Tapi aku tidak bisa menunjukkanya..
kecuali bila aku telah resmi memilikinya..
Karena itulah jalan yang halal..
Jalan yang diridhoi Alloh bagi hambanya yang saling mencinta..
Jalan yang disamping kanan-kirinya terhampar limpahan pahala...

Aku sadar..
Aku memang masih muda..
Bahkan mungkin..
kalian masih menganggapku “lelaki kecil” manja dan kekanak-kanakan...
Tapi.. apakah usai itu adalah patokan kedewasaan Ayah??
Apa usia muda itu suatu kesalahan untuk berumah tangga Bunda??

Aku ingin belajar tentang kehidupan...
Aku ingin belajar lebih dalam mengenal cinta dan sayang..
Aku ingin belajar lebih dewasa...
Aku ingin belajar berumah tangga...

Permintaanku hanya satu..

Kepercayaan...

Agar aku yakin..
Bahwa aku bisa menjadi seorang suami yang baik sepertimu ayahku
Juga bisa menjadi ayah teladan bagi anak-anakku kelak..Semoga........

-ketika mulut tak sanggup mengungkap..biarkanlah hati yang bicara...-
didedikasikan kepada saudariku yang sedang "berjuang"

Jika nanti aku menikah
Mungkinkah kelak mahar calon istriku
seindah mahar Ummu Sulaim pada Abu Thalhah ?
“cukuplah keislamanmu menjadi maharnya”

Jika aku menikah…
Mungkinkah aku bisa sebijak Ali pada istrinya Fatimah?

Jika aku menikah
Mungkinkah aku akan sebahagia dan setegar Ali ?

Yang menjadikan Fatimah sebagai satu-satunya bidadari baginya ?
Hidup seperti Ali bin Abi Thalib yang fakir namun pemberani ?
Terkadang hanya makan sekali sehari dan itupun sebuah roti yang sangat keras ketika dinikmati?

Jika aku menikah..
Akankah aku seistimewa Rasul Mu?
Ketika, Rasulullah berkata pada Aisyah…
“Duhai Aisyah,,,ya Khumaira…engkau adalah istriku dunia akhirat ”

Jika aku menikah…
Siap dan sanggupkah aku melepas Imam dalam hidupku ini
berjibaku dalam tuntutan dakwah
dan tak banyak waktu untuk memanjakanku?

Jika aku menikah…
Akankah cinta ini akan bisa terbagi dengan adil?
Agar Rabb-ku tak merasa cemburu padaku?

Jika aku menikah
Sanggupkah aku menjadi bertahan bersama bidadariku Menyusuri lautan kehidupan
Meski gelombang tak berhenti membuat layar ini terombang-ambing…
Dalam celah sepertiga malamku…Terselip sebuah doa sederhana..

Ya Rabbi….
Jika nanti aku menikah…
Jadikanlah Aku sebagai Imam
yang akan mengarahkan Istri dan Anak ku kepada Syariatmu
Jadikan aku sebijak Rasulullah
Jadikan aku sebahagia dan setegar Ali yang bersahaja
Jadikan aku seistimewa Umar
Dan jadikanlah aku seorang mujahid yang kelak syahid di jalan-Mu.

Teruntuk kalian wahai bidadari dunia…semoga Allah senantiasa menjagakan tahta mu diatas keimanan dan kecintaan padaNya, pada RasulNya, dan pada Dien ini…

(¯`v´¯)♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥ (¯`v´¯)
*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸.•*´¨`*•.¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.

♥ •*¨*••*¨*•♫♥♥•* Thufail Na'im Ar'Syahid *•♥♥♫ •*¨*••*¨*•♥